TENONGAN


11/02/2020 Administrator


Tenongan merupakan salah satu jenis pedagang makanan keliling Jogja yang pada waktu dulu menggunakan tenong yaitu wadah yang terdiri dari dua atau tiga susun berbentuk bulat berpenutup, terbuat dari bambu seperti kukusan untuk dimsum dengan ukuran yang besar, sehingga muat untuk membawa berbagai jenis makanan, namun saat ini tenongan menggunakan wadah yang terbuat dari kaleng/alumunium.
 
Tenongan biasanya dibawa dengan cara digendong oleh seorang wanita untuk dijajakan keluar-masuk kampung pada pagi hari mulai jam 6 sampai siang hari sambil menawarkan dagangannya dengan suaranya yang khas, namun kadan-kadang mereka berhenti di suatu tempat untuk menunggu pembelinya yang datang.
 
Berdasarkan catatan, tenongan sudah ada sejak jaman kolonial Belanda yang dimulai oleh pedagang Tiong Hoa yang menjajakan bakpau dan kemudian berkembang dengan menjajakan berbagai jenis makanan yang biasa dibeli sebagai snoepen (bahasa Belanda: cemilan) pagi atau sore sebelum makan siang atau makan malam sambil minum teh atau kopi. Saat ini tenongan lebih dikenal sebagai jajanan pasar.
 
Beberapa jenis makanan yang dijual seperti lumpia, lemper, arem-arem, cucur, roti bolu, awuk-awuk, kacang, pastel, risoles, apem, klepon, cemplon, lapis, jenang sumsum, jenang mutiara, timus, lapis, wajik, pisang goreng, nagasari, galundeng, mendut, krasikan, tahu bakso, bakwan, bakwan pia/udang, mata kebo/kue ku, kue lumpur, gethuk lindri, bakpau, bungkusan mie goreng, bungkusan bihun goreng, dadar gulung, agar-agar dan karena banyaknya jenis makanan yang dibawa kadang-kadang pedagangnya hanya membawa beberapa potong saja atau setiap hari membawa makanan yang berbeda-beda, sehingga beberapa pembeli harus berebutan untuk mendapatkannya. Saat ini beberapa penjual tenongan juga menyediakan bungkusan nasi goreng, nasi kuning atau nasi rames yang bisa dinikmati untuk sarapan.
 
 
TENONGAN dapat ditemukan di:
TOKO ROTI TRUBUS
 
 
 
/HJ