MUHAMMADIYAH


14/01/2020 Administrator


Muhammadiyah didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan pada tanggal 18 November 1912 atau 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah di Kampung Kauman, Yogyakarta, yang dikenal sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Nama Muhammadiyah yang secara bahasa berarti ‘pengikut Nabi Muhammad’, diusulkan oleh Muhammad Sangidu, kerabat KH Ahmad Dahlan, yang memiliki maksud untuk menunjukkan dan menjelaskan bahwa anggota atau pendukung organisasi tersebut merupakan umat Nabi Muhammad dan menjunjung tinggi ajaran-ajaran yang dicontohkan olehnya sehingga Islam dapat memberi kemajuan bagi umat juga bangsa Indonesia.
 
Berdirinya Muhammadiyah berangkat dari keprihatinan KH Ahmad Dahlan atas kebiasaan masyarakat sekitar yang mencampur ajaran Islam dengan hal-hal mistik dan upacara-upacara yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam itu sendiri. Oleh karena itu, KH Ahmad Dahlan tergerak untuk semakin mendalami ajaran Islam dan berguru pada beberapa ulama yang menetap di Mekkah, salah satunya adalah Syeikh Ahmad Khatib dari Minangkabau yang juga merupakan guru dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU). Setelah pulang ke Yogyakarta, KH Ahmad Dahlan membawa ilmu yang telah ia pelajari dan membuat gerakan pembaharuan bersama teman dan kerabatnya.
 
Pada mulanya, perjuangan Muhammadiyah untuk memurnikan ajaran Islam tidaklah mudah, namun semakin lama masyarakat mulai membuka diri dan belajar agama Islam melalui Muhammadiyah. Bahkan, pada masa kepemimpinan KH Ahmad Dahlan (1912-1923), pengaruh Muhammadiyah menyebar hingga ke luar Yogyakarta, antara lain Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan. Pada tahun 1925, Abdul Karim Amrullah yang juga seorang tokoh Muhammadiyah membawa ajaran Muhammadiyah ke Sumatra Barat dan berkembang pesat di seluruh Sumatra, Sulawesi, juga Kalimantan sampai akhirnya dikenal di seluruh Indonesia.
 
Tidak hanya di bidang pendidikan, Muhammadiyah juga mengembangkan kegiatannya di bidang lain, seperti kesehatan, ekonomi, sosial, pemberdayaan masyarakat, lingkungan hidup, pemberdayaan perempuan, dan sebagainya.
 
Luasnya bidang yang dikembangkan, membuat Muhammadiyah menjadi pergerakan Islam terkuat yang pernah ada di Asia Tenggara menurut James Peacock, seorang antropolog Amerika yang membuat penelitian tentang Muhammadiyah di tahun 1970 an, bahkan saat ini Muhammadiyah dapat ditemui di berbagai kegiatan, seperti Sekolah (SD-SMA/SMK), Universitas, Rumah Sakit, Panti Asuhan, Pondok Pesantren dan juga Aisyiyah, suatu organisasi bagi wanita Muhammadiyah.