GAMELAN


11/02/2020 Administrator


GAMELAN merupakan seperangkat alat musik tradisional jawa yang digunakan untuk mengiringi suatu tarian, kegiatan atau ritual upacara keagamaan, adat maupun di Keraton Yogyakarta, yang sudah ada sejak budaya Hindu-Budha masuk ke nusantara, bahkan relief gamelan juga terdapat di dinding Candi Prambanan dan Candi Borobudur.
 
Pada relief di dinding Candi Borobudur dapat ditemukan beberapa jenis instrumen gamelan seperti kendang bertali yang dikalungkan di leher, siter, kecapi, simbal, suling, saron dan gambang, sedangkan pada Candi Lara Jonggrang di Prambanan dapat ditemukan relief Kendang Silindris, Kendang Cembung, Kendang Periuk, Simbal dan Suling, yang digunakan sebagai pengiring tari, upacara kerajaan atau keagamaan.
 
Gamelan, yang dalam bahasa Jawa disebut gangsa, dibedakan menjadi dua yaitu:
gangsa pakurmatan yang dimainkan untuk mengiringi hajad dalem atau upacara Keraton, jumenengan atau upacara penobatan, tingalan dalem atau peringatan kenaikan tahta, garebeg atau upacara peristiwa penting, sekaten atau upacara peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW
gangsa ageng yang dimainkan untuk mengiringi pagelaran beksan atau tari, wayang, uyon-uyon dan sebagainya.
 
Perangkat gamelan terdiri dari bonang dengan jenisnya bonang barung dan bonang penerus, saron, demung, peking, kethuk, slenthem, gender dengan jenisnya gender barung dan gender penerus, gambang, suling, rebab, siter, kenong, kempul, gong dengan jenisnya gong ageng dan gong suwukan serta kendang, dimana hampir semua perangkat gamelan tersebut terbuat dari logam.
 
Gamelan terdiri atas dua tangga nada, yaitu pelog dan slendro yang dimainkan secara bersamaan hingga menghasilkan suara harmonis, lambat, lembut dan halus, dimana permainan oleh sekelompok orang yang menabuh atau memukul peralatan gamelan disebut karawitan dan para pemain gamelan disebut pengrawit atau nayaga atau wiyaga.
 
Beberapa perangkat gamelan di Keraton Yogyakarta yang merupakan peninggalan dari masa lampau dan sampai saat ini masih terpelihara dengan baik serta dimainkan pada saat upacara tertentu, adalah Gamelan Kyai Guntur Madu dan Gamelan Kyai Nagawilaga hanya hanya dikeluarkan satu tahun sekali yaitu saat peringatan Grebeg Maulud dan dimainkan selama tujuh hari hingga keluarnya gunungan hajad dalem Keraton Yogyakarta.
 
 
[GAMELAN]
 
 
 
/HJ