TENTANG JOGJA


Administrator


DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA atau DIY terletak di bagian tengah-selatan Pulau Jawa, yang dikelilingi oleh Gunung Merapi, dataran tinggi dan dataran rendah serta pantai Laut/Samudera Hindia di wilayah selatan dan berada di lembah tiga sungai, yaitu Sungai Winongo, Sungai Code dan Sungai Gajahwong, disamping Sungai Progo (dikenal dengan nama Kali Progo) di sebelah Barat dan Sungai Opak di sebelah Timur, di wilayah Candi Prambanan,Sleman. DIY secara resmi dibentuk pada tanggal 4 Maret 1950, dengan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Gubernur dan Si Paduka Paku Alam VIII sebagai Wakil Gubernur dan saat ini dijabat oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paduka Paku Alam X. Pada tahun 2012, DIY diakui dan ditetapkan sebagai Daerah Istimewa setingkat provinsi dengan hak-hak khususnya, karena sejarah dan sumbangsihnya pada masa kemerdekaan hingga kini. Dengan letaknya di lereng gunung berapi dan dengan kondisi geologisnya, DIY setiap saat dapat mengalami bencana erupsi Gunung Merapi (2010) dan gempa bumi (2006) yang tidak bisa diprediksi terjadinya. Namun Kondisi wilayah yang berbukit di bagian utara, dengan lembah menjorok ke pantai di wilayah selatan dan timur serta pegunungan batu di wilayah tenggara, menjadikan DIY memiliki berbagai kondisi alam yang sangat beragam sebagai tujuan wisata. Sebagai wilayah yang menjadi tonggak sejarah panjang di Pulau Jawa, menjadikannya memiliki berbagai warisan budaya yang masih hidup, tumbuh dan berkembang sejalan dengan dinamika masyarakatnya. Hal yang menjadikannya memiliki keunikan dan kreativitas dalam berkesenian yang tidak lekang oleh zaman. Disamping itu, untuk mengikuti dengan perkembangan masa, DIY pun menyediakan berbagai ragam pendidikan yang menjadi pilihan anak muda, menjadikannya wilayah yang penuh dengan dinamika kehidupan. Kunjungi, saksikan, rasakan, nikmati dan manfaatkan keindahan serta keramahan, kenyamanan dan pengalaman selama di JOGJA.
 

JOGJA

Jogja dengan nama resmi Yogyakarta adalah salah satu kota besar di Pulau Jawa yang menjadi ibukota dan pusat pemerintahan DIY, terletak 600KM di sebelah tenggara dari Jakarta, 116KM di sebelah selatan dari Semarang, 65 KM di sebelah barat daya dari Surakarta dan pada jalur persimpangan Bandung - Semarang - Surabaya di bagian Selatan Pulau Jawa. Yogyakarta bisa dan sering disebut sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta atau Keraton Yogyakarta, dengan nama resminya adalah Kasultanan Ngayogyakartahadiningrat, karena Yogyakarta adalah (1) Daerah Istimewa (setingkat Provinsi), (2) sebagai Kota dan (3) sebagai wilayah Kerajaan/Kasultanan, sehingga dengan keunikannya tersebut, banyak yang tidak bisa membedakan satu dengan lainnya. Masyarakat Yogyakarta pun, menyebutnya dengan berbagai cara yaitu: Ngayogyakarta, Yogyakarta, Yogya, Yogja, Jogya, Jogja, Yoja, Nyogja dan Jogja. Di laman ini, untuk menjelaskan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) digunakan istilah/kata “JOGJA”, disamping lebih mudah diucapkan dan diingat, sedangkan untuk menjelaskan Kota Yogyakarta, digunakan istilah/kata “Yogyakarta”.


LANDMARK JOGJA

JOGJA, juga mempunyai landmark (pertanda) yang menjadi ciri wilayahnya, yaitu Gunung Merapi, Tugu Pal Putih, Keraton, Panggung Krapyak dan Pantai Parangtritis, dimana ke-lima landmark tersebut membentuk garis lurus imajiner dari utara ke selatan, yang menurut cerita/legenda melambangkan perjalanan hidup manusia.


ILUSTRASI GARIS IMAJINER

 - GUNUNG MERAPI
 - TUGU PAL PUTIH
 - KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT
 - PANGGUNG KRAPYAK
 - LAUT SELATAN/PANTAI PARANGTRITIS


JOGJA ISTIMEWA

merupakan motto dan visi yang disandang JOGJA, dengan maksud sebagai pelaku utama di bidang kreativitas, kebudayaan dan peradaban, dengan slogan “Jogja Gumregah” (Jogja Renaisans) dalam melaksanakan pembangunan (1) Pendidikan; (2) Pariwisata; (3) Taknologi; (4) Ekonomi; (5) Energi; (6) Pangan; (7) Kesehatan; (8) Keterlindungan Warga; (9) Tata Ruang dan Lingkungan.


IKON JOGJA

JOGJA, mempunyai 9 ikon yang menjadi ciri di wilayahnya, yaitu
- BERINGIN KEMBAR (dua pohon beringin, di Alun-Alun Utara dan Selatan)
- TUGU (di Kota Yogyakarta)
- ANDONG (transportasi di wilayah JOGJA)
- WAYANG (kesenian di wilayah JOGJA)
- KERATON (istana raja di Kota Yogyakarta)
- BECAK (transportasi di wilayah JOGJA)
- MERAPI (gunung di Wilayah Kabupaten Sleman)
- PANTAI (beberapa pantai di wilayah Bantul, Gunung Kidul dan Kulon Progo)
- LAMPU ANTIK (di Malioboro dan di wilayah JOGJA)


PREDIKAT JOGJA

PUSAT KESENIAN
 JOGJA memberi berbagai sumbangan di bidang seni,antara lain seni batik (Amri Yahya); Seni Tari (Bagong Kussudihardjo); Seni Dalang (Ki Hadi Sugito, Ki Lejar, Ki Seno Nugroho, Ki Catur Benyek); Seni Musik (Jadug Ferianto, Jogja Hip-Hop, Mantous Campursari); Seni Lukis (Affandi, Amri Yahya, Saptoto); Seni Patung (Saptohudojo, Budiani, But Mochtar); Seni Peran/Drama/Teater (Butet Kartarejasa, Heru Kesawamurti); Seni Lawak (Basiyo, Yati Pesek, Den Baguse Ngarsa); Seni Pantomim (Jemek Supardi, Nuriswantara) dan sebagainya serta berbagai pentas seni tradisional lainnya.  

PUSAT KEBUDAYAAN
Dengan peninggalan kebudayaan pada masa Majapahit, Demak, Pajang, Mataram Islam hingga Kasultanan yang masih terjaga, menjadikannya sebagai khasanah budaya nasional, seperti upacara perkawinan, kehamilan hingga melahirkan, upacara kematian, upacara sedekah bumi dan upacara adat istiadat/tradisional lainnya.  

PUSAT PENDIDIKAN
Sejak didirikannya Universitas Gadjah Mada pada tahun 1949 sebagai perguruan tinggi nasional pertama di Indonesia, Yogyakarta secara terus menerus melahirkan berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang hingga kini menjadi pilihan untuk menimba ilmu. Beberapa Perguruan Tinggi yang terkenal Insititut Seni Indonesia (ISI), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN), Universitas Atmajaya, Universitas Janabadra, STMIK Akakom, STMIK Amikom, hingga Akademi Angkatan Udara (AAU), dll.  

PUSAT PARIWISATA
Dengan banyaknya obyek wisata yang berada di Jogja, menjadikannya sebagai salah satu pusat pariwisata Indonesia, terdapat puluhan  pantai di sepanjang pesisir wilayah selatan, puluhan Museum di lima wilayah Kabupaten/Kota, berbagai jenis kuliner serta wisata alam, sejarah, religi, agro, seni, budaya serta Desa dan Kampung Wisata dengan aneka ragam kegiatan/agenda seni dan budaya tradisionalnya.